Rabu, 18 Januari 2012

Sastra indonesaia[1]

1. Ironi
Gaya bahasa yang mengemukakan sesuatu yang berlainan, yang diharapkan tidak disebut atau dilaksanakan tetapi diganti dengan kebalikannya. Hal ini dengan menyinggung secara halus. Misalnya kepada orang yang malas “rajin betul kau hari ini sudah bangun pagi-pagi” padahal waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.

2. Paradoks
Suatu gaya bahasa pertentangan, misalnya : neraka itu adalah surga baginya. Gula terasa pahit baginya.

3. Simbiolisme
Yaitu simbolisasi yang diperankan dalam kehidupan sehari-hari. Cincin kawin misalnya melambangkan cinta, kebahagiaan, hubungan intim, kesetiaan, janji setia, kekeluargaan. Bahkan warna pun memiliki simbol, misalnya warna merah dihubungkan dengan amarah, panas, nafsu. hijau dengan kehidupan pertumbuhan, putih melambangkan kemuliaan, keaslian, kesucian.  


4. Metafora
a.       Persamaan
Adalah jenis metafora yang merupakan analogi eksplisit yang ditandai oleh kata seperti, sebagai, bak, seumpama, dan sejenisnya. Contoh : rambutnya bak mayang terurai

b.      Personifikasi
Sarana bahasa yang memerlukan objek-objek yang mati atau yang buka mati seolah hidup seperti manusia. Contoh laut memanggil anak terbaik putra putri bangsa.

c.       Sinekdone
Yaitu metafora yang menyatakan sebagian untuk keseluruahan, atau keseluruhan untuk sebagian. Contoh berilah kami roti sehari-hari

d.      Metonimia
Sejenis metafora suatu sifat khusus dipergunakan sebagai pengganti objek atau profesi. Contoh : dia hidup dari gitar (gitar digunakan sebagai pengganti profesi musisi)


[1] Ratna Dewi Pudiastuti. Curahkan gairah menuis..2011. Hal. 234-241
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright Matakuliah_PAI 2009-2013.