Selasa, 17 Januari 2012

ILMU ALAMIAH DASAR

Deskripsi
Sejak dahulu para pakar telah mencoba meneliti perihal makhluk yang bernama manusia dengan berbagai teori yang bersumber dari logika. Para Filsuf mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang cenderung terus menerus mencipta (uncountable creator). Para sahli ilmu sosial mengatakan bahwa manusia adalah makahluk yang cenderung berkumpul (zoon politicon) sehingga merasa tersiksa kalau diasingkan dari pergaulan antarmanusia. Sedangkan ahli jiwa mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk yang yang punya perasaan (felling), makhluk yang berpikir (thinking), dan berkeingingan (willing). Dan para ahli biologi mengatakan bahwa manusia itu tersusun dari unsure-unsur hayati.
Disebutkan dalam alquran bahwa manusia itu memiliki banyak nama yaitu : Insan, Ins, Nas, Unas, Basyar, Bani Adam, dan Zuriat Adam. Allah menyatakan bahwa Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang teramat sempurna. Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Sesungguhnya berbicara tentang manusia tanpa instrument iman lepada Allah, sama artinya membicarakan sesuatu yang rumit dan cenderung tanpa jawaban yang pasti. Manusia adalah makhluk yang memiliki “unsure ke-illahian”, maka tidak mungkin mendalami masalah tanpa tanpa melibatkan sang penciptanya.

Allah menciptakan manusia dari tanah, selanjutnya dari setetes sperma yang “hidup”dan bertemu dengan indung telur kemudian melakukan pembuahan di dalam perut seorang Ibu, sehingga jadilah manusia. Alquran menjelaskan penciptaan manusia dengan sejelas-jelasnya, “kami jadikan dia sebagai mani dalam simpanan yang aman (rahim), lalu kami jadiakan mani itu segumpal darah, dari segumpal darah itu kami jadikan daging, kemudian kami jadikan kerangka tulang dan akhirnya kami bungkus tulang itu dengan daging. (Qs. Al-mu’minun : 12-14) proses penciptaan manusi dalam rahim diawali dengan perjanajian antara ruh dengan Allah swt, yang berisi tentang persaksian bahwa Allah adalah sebagai Rabb.
Saperti dalam surat Al-araf ayat 172 dijelaskan. “ Dan (ingatlah), ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil persaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “bukankah aku ini tuhanmu? “mereka menjawab : “betul (engkau tuhan kami), kami menjadi saksi.” (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat tidak mengatakan : “sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang yang lemah terhadap ini (keesaan tuhan).
Allah menciptakan manusia dengan beberapa tujuan, selain tujuan untuk beribadah dan menjadi khalifah dimuka bumi sekaligus untuk menjaga bumi ini agar selalu konsisten dalam putarannya pada porosnya. Selain itu manusia juga diperintahkan utuk mencari kehidupan yang layak bagi hidupnya di alam semesta ini

Alam Lingkungan
Ilmu lingkungan (Ekologi) mengintegrasikan pelbagi ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Didalam pelbagi disiplin ilmu seperti sosiologi, epidemilogi, kesehatan masyarakat, pertanian, perikanan dan peternakan, dipandang sebagai ruang lingkup luas dan saling beraitan. Ilmu lingkungan diibaratkan sebagai poros, tempat pelbagi asas dan konsep aneka ragam ilmu pengetetahuan yang terpencar dan terkhususkan dapat digabungkan kembali secara tunjang menunjang, untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan antara jasad hidup dengan lingkungan.
Pada saat ini hampir seluruh Negara telah menyadari bahwa dalam pembangunan sangat perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, agar hasil pembangaunan itu tidak menjadi boomerang kepada manusia sendiri. Untuk itu perlu partisipasi seluruh warga Negara dengan kesadaran tinggi. Partisipasi dan kesadaran itu akan timbul apabila setiap warga nagara memahami ilmu lingkungan.
Pada dasarnya fragmenatsi ilmu pengetahuan kedalam pelbagi disiplin ilmu adalah akibat studi yang menjurus dan mendalam. Penelitian dimasa lampau sering di pusatkan kepada pelbagi kejadian yang khas, kepada penguraian pelbagi situasi yang selalu terpisah-pisah, dan kepada gejala sebab akibat yang terisolasi satu dari yang lain. Didalam ilmu lingkungan tekanan ditunjangkan terutama kepada menyatukan kembali ilmu-ilmu yang menyangkut masalah lingkungan kedalam kategori variable yang serupa, yaitu enrgi, materi, ruang, waktu dan keanekaragaman (defersitas)
Kalau keilmuan integritas telah dapat dipahami,akan Nampak dengan jelas semua disiplin ilmu yang terpencar itu, menelaah masalah dan proses yang serupa, tidak perduli ilmu apakah namanya asal menyangkut ubungan antara jasad dan dengan lingkungannya, fokusnya selalu tertuju kepada proses kecermatan pemindahaan energi dalam pelbagi system. Nampak apapun yang tersebar dalam ruang diatas bumi ini, tidak perduli tumbuhan, hewan, gedung, mobil, kota dan wilayah lain-lain, mempunyai implikasi melakukan pemindahan energi. Jadi, jasad hidup dapat dianggap sebagai materi tempat siklus energi itu beroperasi.
Waktu juga sangat penting, sebab sebuah proses tidak akan sampai pada ambang suatu tingkat apabila tidak diberi cukup waktu untuk mencaoainya. Barangkali keanekaragamannya yang tidak terputus-putus dari sifat morfologi dan genetika menentkan tinggi rendah dinamika makhluk hidup, populasi dan komunitas dimuka bumi. Karena hal itu khas dalam makhluk hidup,maka penting pula untuk diperhatikan . ilmu lingkungan dapat juga dianggap sebagai titik pertemuan “ilmu murni” dan “ilmu terapan”. Ilmu lingkungan sebenarnya ilmu murni yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup, yang menerangkan pelbagi asas dan konsepnya kepada masalah yang luas, yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya.


Analisis
Menurut Charles Darwin bahwa manusia itu berasal dari kera (1859) dengan kata lain menegaskan bahwa manusia itu masih satu rumpun dengan kera, evolusi yang dialami oleh kera-kera itu sekian juta tahun mengubahnya menjadi manusia seperti sekarang ini, dengan segala kelengkapan indrawi. Teori Drwin sampai pada saat ini masih menjadi perdebatan dan sangat bertentangan dengan kitab alquran yang menjadi pedoman umat islam, dalam alquran dijelaskan bagaimana manusia diciptakan oleh Allah swt.
Kami jadikan dia sebagai mani didalam simpanan wadah yang aman (rahim), lalu kami jadikan mani itu segumpal darah, dari segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging kemudian kami jadikan kerangka tulang belulang dan akhirnya kami bungkus tulang itu dengan daging. (Qs. Al-mu’minun : 12-14)
Telah jelas bawha alquran sendiri telah menjelaskannya, akan tetapi bila trdapat beberapa hal yang belum diketahui oleh manusia, itu berarti ilmu yang dimiliki oleh manusia belum sampai ketingkat yang demikian karena sesungguhnya ilmu manusia tak akan mampu untuk memikirkan ciptaan Allah swt. Sebenarnya inilah yang harus kita akui, tidak semestinya menggugat alquran dan mengatakan apa-apa yang ada dalam alquran tidak rasional. Hati-hatilah denan perkataan kita terhadap kalamullah karaena ilmu kita belum sampai untuk memikirkan ciptaan-ciptaanya.
Tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini tak semudah membalikan tangan karena manusia yang Allah karuniai dengan akal pikiran ini memiliki karakter ang berbeda-beda. Selain itu, tugas manusia itu sendiri adalah menjaga alam agar tetap baik dan bukan pula sebaliknya, alam bisa memberikan potensi yang baik bagi manusia bila saja manusia bisa mengolahnya dengan baik dan benar tentunya manfaat itu akan dirasakan oleh manusia itu sendiri. Bukan menghancurkannya dan memanfaatkan untuk kepentingan sepihak tanpa memeikirkan akibat yang akan diterima oleh manusia yang lain. Pemanasan global (global warming) ialah salah satu bentuk keserakahan manusia yang menguras manfaat alam ini tanpa memperdulikan akibat yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Kerusakan di bumi pada abad ini adalah akibat dari kelalaian manusia terhadap tugasnya sebagai pengemban amanah. Sebagai contoh adalah dalam penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi) yang berlebihan akan menghasilkan emisi gas buang, berupa arbon mono-oksida (co2) yang membuat lapisan ozon di kutub utara semakin menipis . akibatnya suhu dibelahan kutub utara naik sebesar 1-3 derajat celcius, es di kutub utara mencair menyebabkan naiknya permukaan air laut. Terjadi perubahan iklim yang ekstrim, udara dingin dari Siberia di utara Rusia lebih sering berhembus ke daratan Cina dan Jepang sehingga menimbulkan angin topan di asia timur, asia selatan dan Australia. Curah hujan di asia tenggara menjadi tinggi, perbedaan antara musim hujan dan musim panas menjadi tidak jelas, para petani sering gagal panen karena sering terkena banjir. Pada saat yang bersamaan Negara-negara di afrika dilanda kekeringan, semua ini bukti kezaliman manusia yang mengikuti nafsunya belaka.
Belum lagi dengan rentetan bencana alam pada pada satu dasawarsa ini, hampir tiap tahun Indonesia ditimpa beberapa kejadian yang tidak tanggung-tanggung memakan korban jiwa yang amat banyak. Sebagai contoh, sejak Jaunuari tahun 2006 hingga Juni 2006 telah terjadi 57 kejadian dan memakan korban jiwa 7.297 dan 2 juta lebih warga masyarakat yang menjadi pengungsi, yang menghancurkan ribuan hektar sawah dan kebun warga serta sarana dan prasarana publik. Mulai dari bencana lumpur panas di Sidoarjo, longsor, naiknya permukaan air laut, munculnya gelombang pansang, angin putting beliung, dan perubahan ekstrim iklim musim yang disebabkan oleh pemanasan global menambah daftar bencana di negeri Indonesia.
Menurut para pemerhati lingkungan baik individu maupun institusi/kelembagaan, menyimpulkan bahwa hal ini terjadi akibat kerusakan dan perubahan ekosistem yang luar biasa akibat perlakuan tidak ramah terhadap sumber-sumber daya alam yang selama ini menjadi tumpuan pendapatan ekonomi. Penebangan hutan dan pemanenan hasil alam dilakukan dengan cara yang tidak sehat, bahkan melanggar norma sehingga terjadi kerusakan lingkungan. Fakta terjadinya kerusakan alam saat ini tidak dapat dipungkiri ,terutama di Indonesia, kerusakan yang terjadi akhir-akhir ini terjadi akibat dari keruakan alam yang sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Disamping itu, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), lembaga swadaya masyarakat yang aktif menyerukan pencegahan kerusakan lingkungan dan penelitian lingkungan menyebutkan bahwa setiap tahun bahwa Negara kita menghasilkan jutaan ton sampah yang tak terkelola dengan baik, ditambah dengan adanya banjir sampah impor yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Udara-udar di kota-kota besar telah tercemar akibat indusri dan buruknya system trasnsportasi yang hanya menyebarkan logam berat keudara.
Kerusakan lingkungan yang terjad meliputi lingkungan alamiah dan lingkungan binaan. Lingkungan alamiah adalah kondisi alam yang meliputi hutan, sungai, laut, rawa, pegunungan dan sebagainya. Sedangkan lingkungan binaan atau lingkungan terbangun (the built enivironment) adalah suatu lingkungan yang tempat kegiatan manusia dan ditandai dominasi struktur buatan manusia. System lingkungan binaan bergantung pada asupan energi, sumberdaya, dan rekayasa manusia untuk dapat bertahan. Lingkungan binaan ini meliputi perkotaan maupun pedesaan.
Bila kita telaah lebih lanjut, permasalahan yang kini dihadapi oleh umat manusia pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena kejadia alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai sebuah proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, sebagai akibat perbuatan manusia itu sendiri. Kedua bentuk kejadian di atas mengakibatkan ketidaksimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora maupun fauna. Dari ketidaknyamanan itu dapat dikatkan sebagai bencana. Ali Yafe menyebutnya sebagai kerusakan lingkungan hidup. Adapun bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup itu berupa pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati, kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih,pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya. Selain itu kerusakan yang terjadi baik pada lingkungan alamiah maupun lingkungan binaan juga tidak bisa terlepas dari dari faktor-faktor berikut ini :
1. Ketidak sesuaian antara daya dukung (supply) yang disediakan oleh alam dan daya tamping (demand)
Kasus ketidaksesuaian ini dapat terjadi di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan. Pada wilayah perkotaan tergambar pada suasana perkotaan yang sangat padat dan kelebihan penduduk, sementara lahan yang tersedia sangat terbatas kapasitasnya. Pengertian kelebihan penduduk adalah kepadatan jumlah penduduk di suatu area yang mencapai titik yang sangat padat sehingga mengakibatkan habisnya sumber daya alam, atau merosotnya kondisi lingkungan. Pesatnya pertimbuhan penduduk dunia dan terbatasnya sumber daya alam, bertambahnya teknoogi modern, yang mengakibatkan merootnya kualitas hidup. Yang terjadi selanjutnya bumi menjadi semakin panas (global warming), udara, sungai dan makin kotor serta teracuni, dan lapisan ozon rusak sebagai efek rumah kaca. Sedangkan pada wilayah pedesaan ketidksesuaiaan tergambar pada kebutuhan akan tempat tinggal yang layak dan sehat namun tidak diimbangai dengan tingkat kesejahteraan ekonomi serta pengetahuan yang memadai.
2. Eksploitasi terhadap sumber day alam yang ketersediaanya sangat terbatas tanpa diimbangai dengan reabilitasi.
Pemanfaaatan utan, air dan energi yang berlebihan mmbuat sumber daya alam tersebut semakin lama semakin menipis tanpa ada upaya memelihara kelestariannay. Pengurasan sumber- sumber daya alam dan mineral, perusakan dan pengotoran lingkungan mengakibatkan ketidak seimbangan ekologis. Kurangnya ketersediaan air bersih dan ketidakseimbangan akses terhadap air mrnjadi puncak dari persoalan lingkungan yang serius dan sedang dihadapi serta menyibukan manusia.
3. Manajemen lingkungan yang buruk

Ini tergambar dari tidak adanya perencanaan pembangunan pemukiman penduduk yang memenuhi standar misalnya lahan seluas satu hektar seharusnya dihuni oleh maksimal 150 jiwa. Kepadatan pemukiman ini akan menyebabkan sanitasi yang buruk sehingga bisa menyebabkan timbulnya berbagai macamkonflik sosial kemasyarakatan dan gangguan kesehatan.
Melihat dari latar belakang di atas bawha perbaikan dan penatan lingkungan, baik lingkungan alamiah ataupun lingkungan binaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh manusia tanpa membedakan latar belakang agama maupun bangsanya. Banyak orang berpikir bahwa terminology lingkungan hidup lebih dikenal dengan sebagai kosakata dari peradaban barat, seperti “agenda 21”, habitat, dan “greenhouse effect”, “ecolabeing”, dan “sustainable development”, sehingga tumbuh anggapan bahwa hanya ahlli-ahli dari Negara baratla yang menguasai masalah lingkungan hidup. Padahal untuk seorang muslim masalah lingkungan hidup sifatnya intern sebagai bagian dari kepribadian.


Simpulan
Manusia sebagai pengemban amanah, penjga dan khalifah hendaknya memperhatikan apa apa yang menjadi tanggung jawabnya di muka bumi ini. Tak selamanya menguras manfaat yang ada di dalam isi bumi ini, melalinkanmenjaganya agar terus berputar dengan semestinya jangan sampai membuatnya oleng. Semua ini dikembalikan pada manusia itu sendiri karena manusialah yang diberikan kekuasaan untuk mengurusnya. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian alam di darat dan di lut yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggaung jawab. Dalam alquran Allah berfirman : “ telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Dalam ayat lain Allah menjelaskan bahwa manusia tidak merasa kerusakan itu dilakukan oleh tangan-tangan mereka dan mengatakan bahwa mereka itu melakukan perbaikan. “ Dan apadila dikatakan kepada mereka “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi” mereka menjawab : “ sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”
Fenomena lingkungan (alamiah ataupun terbangun)tak terlepas dari pemaaman keberagaman umat islam yang sempitdan cenderung dogmatis sehingga belum mampu untuk mengubah dan menata prilaku manusia terhadap lingkungannya. Agama harus dipahami dalam arti yang lebih luas dan dijadilan basis manusia dalam berprilaku terhadap lingkungannya. Integritas peran agama dan bina sosial dan lingkungan merupakan persyaratan keberlanjutan dalam penataan lingkungan terbangun,sehingga seluruh manusia mampu untuk mengatasi permasalahan linkungan ini. Semua ini akan terwujud bila umat muslim berlandaskan dengan tuntunan yang di garikan oleh Allah dan Rasulnya.


Daftar Pustaka
Alquranulkarim dan Terjemahnya, UII press, 2008
Khalil,Achjar. Pembelajaran Berbasis Fitrah. Jakarta: pelita.2008
Jasin, Maskoeri. Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta: sinar,1994
Yusmin, Alim. Lingkungan dan Kadar Iman Kita. Jakarta:Garmedia. 2006
Jurnal Millah, vol. VI. No 2 februari 2007
Yafie,Ali. Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Jakarta : ufuk press, 2006
Pernyataan 25 thn WALHI. Saatnya Kita Berubah, sairan pers,15 oktober 2005
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright Matakuliah_PAI 2009-2013.